3 Oct 2017

Latih Sikap Jujur Lewat Gerakan Anti Contekan (GAC)





IPM.OR.ID, SURABAYA - Menyontek memang bukan hal baru dalam dunia pendidikan, apalagi disaat ujian berlangsung. Banyak cara salah yang dilakukan pelajar demi menjawab sebuah pertanyaan sukar. Ada yang membawa catatan kecil dan disembunyikan ada juga yang melirik teman sebangkunya bahkan lebih parahnya ada yang bekerja sama mencari jawaban dalam ujian. Hal inilah yang melatarbelakangi Gerakan Anti Contekan (GAC) berdiri. 

Gerakan yang dirintis oleh PR IPM SMA Muhammadiyah 1 Surabaya (SMAMSA) ini mendapat dukungan penuh dari guru-gurunya. Selama Ujian Tengah Semester 1 (UTS) yang barusaja usai hari ini (3/10) IPM SMAMSA sukses lakukan aksi ini yang dibantu dengan gurunya. "Pertama kami beri peringatan apabila diulangi lagi maka siswa tersebut kami pulangkan" Ujar Yulianto sebagai wakil kepala bagian Kurikulum SMAMSA.

Tidak hanya pelajar juga yang kami amati tambah Yulianto, Pengawas yang tidak bisa menjaga kelasnya dengan tertib maka akan kami ganti juga. Dengan ini akan mengentas kurangnya percaya diri dan mmbudaya contekan di kalangan pelajar.

Saat ini generasi penerus bangsa tidak kekurangan orang pintar namun kejujuranlah yang dicari. "Tradisi mencontek sejak dini harus dilawan dan dihilangkan dari kebiasaan siswa, agar tidak mengandalkan jawaban dari temannya" Kata Pak Harsono, sebagai kepala SMAMSA



GAC yang berdiri sejak tahun 2016 ini bertujuan agar mampu mengevaluasi perkembangan kejujuran pelajar dan menyiapkan generasi yang jujur dalam hal apapun. "Pertama jujur itu perintah dari Allah dan Rosul lalu kami membuat gerakan ini guna mengcounter hegemony tentang contekan" Tutur Ramadhani, ketua umum PR IPM SMAMSA tahun lalu.

Nah, untuk meminimalisir tradisi contekan, PR IPM SMA Muhammadiyah 1 Surabaya ini membentuk rombongan belajar (rombel) yang dibantu oleh wali kelas dan guru-guru lainnya guna membantu para siswa yang kesulitan untuk memahami pelajaran di sekolahnya. "Setelah pelaksanaan UTS ini, GAC akan terus dilakukan tiada henti yang merupakan warisan perjuangan dari kakak kelas kami" Tutup Guslaliando yang menjabat sebagai ketua umum baru PR IPM SMAMSA. *(rama/azm)