26 Sep 2017

Pelajar Muhammadiyah Pasuruan Gelar Aksi “Rp.1= Satu Suara Keadilan untuk Rakhine"


IPM.OR.ID, PASURUAN - Tragedi kemanusiaan yang tengah menimpa Etnis Rohingnya di Rakhine, Myanmar menjadi perhatian khusus berbagai lapisan masyarakat Indonesia, tak terkecuali pelajar Muhammadiyah. Seperti yang ditunjukkan sejumlah pelajar Muhammadiyah di Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Solidaritas para pelajar ini ditunjukan lewat persembahan musikalisasi puisi, teatrikal, serta penampilan musik yang dilangsungkan di Car Free Day Pandaan, Minggu (24/9). Perhelatan itu bertajuk “Rp.1= Satu Suara Keadilan untuk Rakhine”. 

Aksi diikuti tiga pengurus Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) se-Pasuruan, di antaranya PC IPM Bangil, PC IPM Gempol, PC IPM Pandaan, termasuk Pimpinan Daerah (PD) IPM Pasuruan.

 “Aksi yang kami lakukan ini tidak hanya bersuara, tapi juga ditunjukan lewat aksi nyata. Bukan hanya sekedar bersimpati, tapi juga berempati. Bukan hanya sekedar kejar popularitas, tapi juga penuh rasa ikhlas. Bukan hanya sekedar galang dana, tapi kami gunakan lewat cara tak biasa,” terang koordinator lapangan aksi, Achmad Fuad Hasyim.

Selain diekspresikan melalui gelaran seni, aksi solidaritas itu juga sekaligus dilakukan penggalangan dana serta sosialisasi penyadaran kepada masyarakat tentang pentingnya kepedulian terhadap sesama manusia. Donasi yang terkumpul sementara yakni Rp. 2.611.000,- yang bakal disalurkan melalui Lazizmu. Tak sampai di situ, aksi akan dilanjutkan di dua wilayah kecamatan di Pasuruan, diantaranya Kejapanan dan Bangil. 

“Dengan berdonasi kita bisa membantu sedikit krisis sandang, pangan dan papan di Rakhine. Kami menyadari bahwa aksi ini tidak bisa membantu menyelesaikan akar permasalahan yang terjadi di sana. Namun begitu, aksi ini adalah bentuk penegasan keberpihakan IPM kepada kaum tertindas. Melalui aksi ini IPM kabupaten Pasuruan ingin menyuarakan tegaknya keadilan kemanusiaan untuk dunia, terkhusus Rakhine, Myanmar,” kata Fuad yang merupakan Ketua Umum PD IPM Pandaan itu.

Aksi ini dilakukan, lanjut Fuad, sebagai bentuk nyata aksi gerakan pelajar berkemajuan. Karakter pelajar rela, tulus, ikhlas, berkarya, peduli dan tetap rendah hati ditunjukkan secara nyata oleh pelajar Muhammadiyah di Pasuruan. Hal itu, tukas Fuad, sejalan dengan visi misi PD IPM Pasuruan. *(acs)