28 Apr 2017

IPM Sukseskan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2017



IPM.OR.ID, YOGYAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan Rabu, 26 April 2017 sebagai Hari Kesiapsiagan Bencana Nasional (HKBN). Sejalan dengan komitmen Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Divisi Pengurangan Risiko Bencana dan Kesiapsiagaan (PRBK) yakni turut serta dalam upaya pengurangan risiko bencana melalui program Rumah Sakit dan Komunitas Aman Bencana serta Sekolah/ Madrasah Aman Bencana. Maka MDMC PP Muhammadiyah menggandeng Majelis Pendidian Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah, PPIPM, dan Madrasah  Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta untuk merealisasikan komitmen tersebut. Kegiatan ini guna menyemarakkan HKBN 2017 dengan mengadakan apel atau upacara secara bersamaan dan melakukan simulasi kebencanaan.

Upacara atau apel pagi diawali dengan deklarasi pelajar turun tangan melalui sikap kesiapsiagaan terhadap bencana yang diikuti oleh seluruh peserta upacara. Kemudian dilanjutkan pembacaan teks amanat Pembina Upacara. Sedangkan simulasi kebencanaan guna memberikan pemahaman kepada siswa yang terlibat dalam simulasi terkait yang dapat dilakukan ketika terjadi bencana.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (Ketum PP IPM), Velandani Prakoso mengatakan, “Penanganan terhadap bencana menjadi tanggung jawab semua pihak. Oleh karena itu perlu adanya  tanggung jawab & juga berbagi peran untuk meningkatkan kesiapan dalam menanggulangi bencana yang datang kapan pun. Kami dari PP IPM memberikan apresiasi setinggi-tingginya kegiatan HKBN kemarin yang bekerjasama dengan MDMC PP Muhammadiyah, PP IPM & beberapa organisasi terkait.”

Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta merupakan sekolah yang melakukan upacara atau apel sekaligus mengadakan simulasi kebencanaan berupa kebakaran gedung. Simulasi kebakaran gedung diprakarsai oleh MDMC PP Muhammadiyah, PP IPM, Rumah Sakit Pusat Kesejahteraan Umat (PKU) Kota Yogyakarta, PKU Bantul dan Korps Relawan Muhammadiyah (KRM). Kebakaran diawali dengan kepulan asap yang berasal dari salah satu ruang belajar. Kepulan asap tersebut semakin bertambah dan muncul sumber api. Guru yang sedang mengajar, berusaha untuk memadamkan dengan peralatan pemadam yang tersedia di ruang kelas. Sembari menunggu padam, guru kelas kemudian menghubungi kepala sekolah untuk adanya pertolongan lanjutan. Karena api sulit untuk padam dan menjalar ke seluruh ruangan, guru kelas mengamankan murid ke lapangan basket sebagai bentuk evakuasi. Mendengar laporan kebakaran, Kepala Sekolah kemudian menghubungi Pemadam Kebakaran dan Kepolisian untuk mengamankan sekaligus memberi evakuasi pemadaman.

Tujuan diadakannya simulasi ini agar terwujudnya generasi sadar terhadap kelestarian lingkungan yang merupakan bagian dari semangat berkemajuan ala Muhammadiyah. Sadar bahwa lestarinya lingkungan di masa kini akan berpengaruh pada keberlangsungan hidup di masa depan adalah pandangan yang melampaui zaman.

“Bagi pelajar sangatlah penting membangun kepekaan akan kondisi lingkungan di sektitarnya, agar sadar serta waspada terhadap segala kemungkinan yang terjadi dalam setiap bencana,” ungkap Velandani.


Dan juga simulasi kebencanaan yang melibatkan seluruh warga sekolah ini guna menunjukkan kesiapsiagaan terhadap bencana. Hal tersebut sesuai dengan misi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yaitu mewujdkan keselamatan sehingga memperkecil risiko dari bencana yang terjadi. (nab/aul)