6 Mar 2017

PR IPM SMA Muhammadiyah 1 Pontianak Selenggarakan Social Study

IPM.OR.ID, PONTIANAK - Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMA Muhammadiyah 1 Pontianak menggelar kegiatan bertajuk Social Study bertempat di Rumah Khatulistiwa Berbagi pada Sabtu sore (4/3). Rumah Khatulistiwa Berbagi merupakan lembaga pendidikan non-formal yang mendidik anak-anak terlantar, anak-anak yang kurang mampu, ditinggal orang tuanya, anak-anak yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

“Agenda ini dilaksanakan atas inisiasi salah satu ekstrakulikuler SMA Muhammadiyah 1 Kota Pontianak, yaitu Math Club Muhammadiyah (MCM) dan bekerjasama dengan ekskul seperti P-MAN (Pelajar Muhammadiyah Anti Narkoba), JAM (Jurnalis Pelajar Muhammadiyah) dan ekskul-ekskul lainnya,” ujar Farras Zhafran, selaku Ketua Umum PR IPM sekaligus Ketua Ekstrakulikuler MCM.

Berbagai aksi sosial yang dilakukan antara lain mengajar, makan bersama, serta hiburan-hiburan yang menarik bagi peserta.  Agenda mengajar dilaksanakan oleh siswa/i yang tergabung dalam Ekskul MCM yang dibantu oleh beberapa perwakilan ekskul lainnya. Selain fokus terhadap pengajaran, hal yang sangat mengesankan yaitu inisiatif untuk membuka stan makanan gratis.

“Memberi donasi kepada mereka, anak-anak disana memilih makanan yang mereka inginkan (makanannya disiapkan oleh perwakilan setiap kelas),” ungkap Kiki, Sekretaris Umum PR IPM SMA Muhammadiyah 1 Pontianak.

Ketika ditanyai seputar keinginannya, salah satu diantara anak-anak itu mengatakan, “Ingin makan  ayam, sate kambing, makan ice cream dan lain-lain” atas dasar keinginan sebagian besar  inilah maksud dan tujuan kami ingin memberikan makanan secara gratis yang mereka inginkan adalah makanan yang tidak pernah dikonsumsi oleh anak-anak tersebut.

“Pada kegiatan ini begitu banyak manfaat yang dapat kita petik, pendidikan harus tetap berjalan dengan segala keterbatasan dan kekurangan yang mereka miliki. Mewujudkan keinginan mereka adalah tugas kita bersama, kita yang mempunyai segala kelebihan atas apa yang kita miliki wajib hukumnya bagi kita untuk terus membantu dan menyalurkan impian, harapan serta cita-cita yang ingin mereka raih,” pungkas Heri Setiawan, Alumni MCM angkatan pertama.

Unni Marita selaku pembina Ekstrakulikuler Math Club mengungkapkan kebahagiaannya, “Sungguh senang bisa melihat senyum dan semangat belajar seorang anak walau dengan kondisi yang terbatas. Sungguh merasa kecil dihadapan mereka, ditengah kondisi yang terbatas mereka masih bisa tersenyum. Rasanya ingin menangis ketika membaca cita-cita mereka di pohon harapan, ada yang bercita-cita makan ayam, ingin memiliki sebuah sepeda, ingin memiliki buku baru dan masih banyak lagi. Mungkin sebagian banyak orang menganggap ini bukanlah cita-cita, tapi ini semua adalah harapan dan cita-cita yang ingin mereka capai untuk saat ini”.

Dengan dilaksanakannya agenda Study Social ini, semoga dapat terus menginspirasi bahwa kita harus sadar begitu banyak tugas serta kewajiban untuk membantu saudara-saudara yang kurang mampu dalam hal pendidikan serta kesejahteraaan sosial. Jayalah generasi Bangsa Indonesia !!! (alz)