JANJI PELAJAR MUHAMMADIYAH

  • Berjuang Menegakkan Ajaran Islam

  • Hormat dan Patuh Terhadap Orangtua dan Guru

  • Bersungguh-sungguh dalam Menuntut Ilmu

  • Bekerja Keras, Mandiri, dan Berprestasi

  • Rela Berkorban dan Menolong Sesama

  • Siap Menjadi Kader Muhammadiyah dan Bangsa

KHAZANAH

27 Feb 2017

Ratusan Pelajar Ikuti Pawai Semarak Musyda IPM Jogja


IPM.OR.ID, Yogyakarta - Dalam rangka Semarak Musyawarah Daerah XXV IPM Kota Yogyakarta, lebih dari 500 Pelajar Muhammadiyah SMP dan SMA/sederajat di Kota Yogyakarta mengikuti Pawai Semarak Musyda XXV IPM Jogja dan Penutupan Pekan Olahraga dan Seni IPM (POSI) pada Ahad pagi hingga siang (26/2). Pawai dilakukan di sepanjang jalan Malioboro, dari Taman Parkir Abu Bakar Ali hingga Benteng Vredeburg, kemudian diakhiri dengan Penutupan dan Penyerahan Hadiah POSI di Amphiteater Taman Budaya Yogyakarta.

Pada Pawai ini, pelajar Kota Yogyakarta menunjukkan bakat, kreasi, dan kolaborasinya. Peserta Pawai Semarak Musyda menggunakan pakaian dan atribut yang begitu kreatif dan atraktif. Beberapa dari peserta pawai menampilkan bakatnya lewat seni tari, tapak suci, bergodo, drumband, drama, teater, nasyid, dan banyak lainnya. Tidak ketinggalan juga yel-yel khas IPM yang diserukan peserta selama pawai. Pada pawai ini, disediakan 1 titik display yaitu di depan Benteng Vredeburg.

Nabhan Mudrik Alyaum selaku Ketua Panitia menyatakan, Harapannya, bagi pelajar tentu agar kreasi + kolaborasi pelajar di Kota Yogyakarta dapat terakomodir dengan baik, membuktikan bahwa pelajar sarat dengan kreasi dan kolaborasi yang baik, pantas menjadi generasi penerus masa depan bangsa."

Berkaitan dengan agenda internal IPM, tentunya PD IPM Kota Yogyakarta menjadikan pawai ini sebagai satu media penyalur bakat dan kreatifitas pelajar se-Kota Yogyakarta sekaligus membuktikan bahwa IPM berjuang bagi pelajar dan bukan terbatas bagi pimpinan IPM se-Kota Yogyakarta. "PD IPM sendiri berharap dengan adanya Pawai Semarak Musyda ini, Musyda menjadi acara bagi kader IPM dan pelajar Muhammadiyah se-Kota Yogyakarta, bukan hanya pimpinan IPM," ujar Nabhan menambahkan. (Bela)

22 Feb 2017

IPM Jasinga Gelar Musyawarah Cabang


IPM.OR.ID, KABUPATEN BOGOR - Pimpinan Cabang IPM Jasinga menyelenggarakan Musyawarah Cabang XI pada Sabtu-Ahad, 18-19 Februari 2017. Kegiatan ini mengambil tema "Revitalisasi Kader Militan dan Penguatan Karakter yang Islami Menuju Pelajar Berkemajuan". Musycab XI IPM Jasinga kali ini dihadiri oleh Perwakilan PC Muhammadiyah Jasinga, Sadeli, Kepala MTs Muhammadiyah Sipak serta jajaran PD IPM Kabupaten Bogor.

Ketua Umum PD IPM Kabupaten Bogor, Fachrudin Sukmayana mengungkapkan, "seorang kader militan harus mempunyai etika serta integritas, di era globalisasi terjadi pergeseran moral pelajar dimana pelajar lebih mengikuti teman dan seniornya dibanding guru atau orang tua. Diharapkan IPM Jasinga bisa menghasilkan keputusan yang bisa menjadi solusi atas permasalahan yang ada, dan terpilih kader-kader militan untuk meneruskan perjuangan ikatan." 

Selain itu, Perwakilan Majelis Dikdasmen PCM Jasinga, Sadeli mengatakan bahwa berorganisasi itu wajib, dalilnya jelas dalam Al Qur'an, maka dari itu kader militan harus mempunyai keilmuan yang memadai serta ikhlas dalam berorganisasi. "Banyak orang yang sekolah di Muhammadiyah, namun sedikit yang menjadi kader, selain keilmuan, keikhlasan juga menjadi salah satu pilar kader militan. Karena kaderlah yang harus mengisi posisi di Amal Usaha Muhammadiyah agar tetap sejalan dengan keputusan persyarikatan," ujar Sadeli

Musycab kali ini diikuti oleh seluruh ranting IPM secabang Jasinga yang berjumlah 30 peserta. Acara ini dilaksanakan di MTs Muhammadiyah Sipak, salah satu amal usaha Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sipak. Kegiatan ini berjalan selama dua hari dengan agenda Laporan Pertanggungjawaban IPM Jasinga Periode 2015-2017, Pembahasan dan Penetapan Rancangan Program kedepan serta memilih pimpinan PC IPM Jasinga Periode 2017-2019.


Dalam Musyawarah Cabang XI IPM Jasinga ini terpilih Ketua Umum PC IPM Jasinga, Ibnu Salam, Sekretaris Umum, Elis Siti Sopiah, dan Bendahara Umum, Pirni Nurmayang Sari. "Alhamdulillah Musycab berjalan dengan tertib dan lancar. Semoga pimpinan terpilih dapat menjalankan amanah serta lebih baik dari periode sebelumnya, untuk mewujudkan pelajar berkemajuan". ujar Akang Azmi, Ketua Umum PC IPM Jasinga Periode 2015-2017. (nab)

15 Feb 2017

Prof. Amien Rais Hadiri Kajian Pelajar Kritis Muallimin Jogja


IPM.OR.ID, Yogyakarta - Selasa lalu (14/2), Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta menyelenggarakan Kajian Pelajar Kritis untuk memperingati Milad Sinar Kaum Muhammadiyah (SKM) ke-92. Kegiatan ini mengangkat tema “Pelajar Jogja Bergerak Berantas Kemunduran Moral”.

“Kami mengangkat tema tersebut dengan maksud meningkatkan kepedulian pelajar untuk mencegah kemunduran moral seperti tawuran, penggunaan NAPZA, klithih, pergaulan bebas, dsb. Saya merasa kecewa dengan kemerosotan moral pelajar di kota Yogyakarta akhir-akhir ini. Harus ada perubahan yang dilakukan”. Ujar Faiz Arwi Assalimi selaku ketua panitia Milad SKM ke-92.

Hadir dalam kegiatan ini Prof. Dr. M. Amien Rais selaku Mantan Ketua MPR dan PP Muhammadiyah untuk menyampaikan pidato kebangsaan.

Dalam pidatonya, Amien menyampaikan “Umat Islam mengalami kemerosotan di segala sisi. Mulai dari ekonomi, pertahanan, dan sebagainya.” Lebih lanjut, Amien juga mengatakan “Bangsa Indonesia kini, sudah bukan lagi menjadi tuan rumah di bangsa sendiri. Sekarang ini, kita sudah menjadi second class citizen”. “Pertambangan, perbankan, pertanian, property, kehutanan, pertanian, perkebunan, media massa, sudah “laisa fii aidin, Kulluhaa fii aidi him” (sudah bukan ditangan kita, semua di tangan mereka-red).

Pada akhir pidatonya, Amien berpesan pada hadirin untuk senantiasa “Mendalami ruh Al-Qur’an dan memiliki kecakapan membaca Al-Qur’an dengan baik.”

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi panel bertema “Pelajar Jogja Bergerak Berantas Kemunduran Moral” dengan pembicara Kombes Pol. Frans Cahyono selaku DIRESKRIM POLDA DIY, Ridwan Hamidy, Lc. selaku Da’i dan Alumnus Madrasah Mu’allimin, Ir. Syauqi Soeratno, serta Anggota DPD RI, Afnan Hadikusumo.

Syauqi menyampaikan pandangannya terhadap kemunduran moral pelajar kota Yogyakarta; “Pilihan ada di tangan kita, untuk menjadi lebih baik maupun lebih buruk dalam 10-30 tahun kedepan. Tidak selamanya kemunduran moral pelajar menjadi tanggung jawab oknum pemerintah, adakalanya itu tanggungjawab kita masing-masing untuk memanagement hidup dan pilihan kita”. Ujar beliau.

Selanjutnya, Afnan menyampaikan “Seperti yang kita tahu sekarang ini, kita menghadapi persaingan global. Kita harus punya mutu yang berkualitas. Sekarang pemuda harus mengglembeng dirinya, dan bisa memahami serta menguasai ilmu yang diperlukan. Apabila para pemuda kita tidak bisa seperti ini, maka Indonesia akan semakin tertinggal”.

Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 175-an siswa SMA sederajat serta Lembaga-lembaga dan juga Organisasi se-DIY ini mendapat sambutan yang baik. Salah satu peserta, Dito Zhafran Ammarafi dari SMA N 4 Yogyakarta mengatakan “Bagus, menarik, dan pembicaranya juga baik panitia terkoordinasi dengan rapih, saya harap apa yang panitia targetkan atas tujuannya acara ini dapat tercapai dengan baik. Sehingga secara tidak langsung panitia dapat berkontribusi bagi perbaikan moral generasi penerus bangsa.” (Trq/Uln)